Peningkatan Kreativitas Rumah Produksi Batik Blimbing Malang Dalam Upaya Pelestarian Akulturasi Budaya Tionghoa-Indonesia

Authors

  • Dhatu Sitaresmi Universitas Ma Chung
  • Bita Parga Zen Universitas Ma Chung
  • Purnomo Universitas Ma Chung

DOI:

https://doi.org/10.47709/dst.v5i2.7007

Keywords:

Batik akulturasi, Budaya Tionghoa-Indonesia, PKM, Industri kreatif, E-commerce

Abstract

:  Rumah Produksi Batik Blimbing Malang merupakan satu-satunya kelompok pengrajin batik di Malang yang mengangkat perpaduan budaya Tionghoa-Indonesia dalam motifnya. Sebagai warisan budaya yang relevan dengan upaya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Tiongkok, batik akulturasi ini memiliki nilai jual dan daya tarik budaya yang khas. Namun, mitra menghadapi kendala keterbatasan kreativitas desain, inovasi produk, efisiensi produksi akibat peralatan usang, dan jangkauan pemasaran yang masih terbatas pada pasar lokal dengan metode konvensional, Program dilaksanakan melalui lima siklus pendampingan yang meliputi: sosialisasi program, pelatihan kreativitas motif batik naga dan karakter ?, pengadaan peralatan produksi modern, pengembangan platform e-commerce berbasis kecerdasan buatan, dan evaluasi berkelanjutan dengan monitoring partisipatif. dengan melibatkan 11 anggota IKM dan 30 responden evaluasi. Program berhasil mengembangkan motif batik baru yang memadukan unsur budaya Tiongkok naga, karakter ? dengan ikon lokal Malang Tugu dan Topeng, Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kreativitas dan daya saing 2,5 menjadi 4,5, peralatan produksi 2,0 menjadi 4,2, pemasaran dan pasar 2,3 menjadi 4,6, serta pengetahuan dan keterampilan pengrajin 2,8 menjadi 4,7. Program memberikan dampak nyata berupa peningkatan efisiensi produksi melalui teknologi modern, dan perluasan akses pasar melalui platform digital terintegrasi. Batik blimbing memperoleh keterampilan baru dalam mengoperasikan peralatan modern dan strategi pemasaran digital yang berkontribusi pada peningkatan daya saing industri kreatif serta stabilitas ekonomi pengrajin. PKM berhasil memberikan solusi komprehensif terhadap permasalahan mitra melalui pendekatan holistik yang menggabungkan pelestarian budaya akulturasi, inovasi teknologi produksi, dan pemberdayaan ekonomi digital. Program ini dapat menjadi model pengembangan batik dengan nilai budaya multikultural untuk meningkatkan daya saing di era digital.

References

Arifah, D. C., Hadi, H. K., Kharisma, F., & Purwohandoko, P. (2023). Peningkatan Pangsa Pasar UMKM Batik melalui Optimalisasi Pemasaran Digital Berbasis Web. International Journal of Community Service Learning, 7(1). https://doi.org/10.23887/ijcsl.v7i1.52389

Basiroen, V. J., & others. (2025). Batik Lasem motifs dataset: Gunung Ringgit, Kricak, Latohan, Nyuk Pitu, and Seritan. Data in Brief. DOI:10.1016/j.dib.2025.111866

Hardiyansyah, A., & Zen, B. P. (2023). DESIGN AND BUILD COMPANY PROFILE WEBSITE BAGASKARA ART STORE WONOSOBO. JDMSI, 4(1), 46–59. DOI : 10.33365/jdmsi.v4i1.2659

Hidayat, N., & others. (2020). Potensi Limbah Cair Batik sebagai Sumber Bioenergi melalui Proses Anaerobik. Agritech. https://doi.org/10.22146/agritech.54099

Indiani, N. L. P., & others. (2025). Unlocking e-commerce potential in SMEs: an integrative review. Humanities & Social Sciences Communications. DOI: 10.1057/s41599-025-04952-3

Kholifah, N., & others. (2023). The Transformation of Batik in the 4.0 Industry Revolution. TEM Journal, 12(1), 140–146. https://doi.org/10.18421/TEM121-19

Lesmana, M. (2025). The Impact of E-commerce Platform Usage on the Economic Benefits of SMEs in Indonesia During the Pandemic. Priviet Social Science Journal. DOI: https://doi.org/10.55942/pssj.v5i9.660

Mekarsari, Y., & others. (2020). Transformation of Chinese Entrepreneurs in Lasem Batik Industry. Simulacra, 3(2), 179–196. DOI: https://doi.org/10.21107/sml.v3i2.7366

Parga Zen, B., & Gustalika, M. A. (2021). Pelatihan Desain Grafis Photoshop dan Coreldraw di Korem 071 Wijayakusuma guna Meningkatkan Kemampuan Desain Grafis bagi para Anggota TNI. Dedikasi Sains Dan Teknologi, 1(1), 5–12. https://doi.org/10.47709/dst.v1i1.952

Rahayuningtyas, P., Andarwulan, T., & Endrayanto, N. (2024). Cultural and Philosophical Insights into Chinese Acculturation in Javanese Batik. Kusa Lawa, 4(2). https://kusalawa.ub.ac.id/index.php/kusalawa/article/view/89/106

Salah, O. H., & others. (2024). E-commerce adoption by SMEs and its effect on marketing performance. Journal of Innovation & Knowledge. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2199853123002858

UNESCO. (2009). Indonesian Batik (Intangible Cultural Heritage). https://ich.unesco.org/en/RL/indonesian-batik-00170

Widayat, & others. (2023). Motif Batik Indramayu sebagai Bentuk Strategi Akulturasi Budaya Tiongkok. Journal of Indonesian Culture and Communication (JICC). DOI: https://doi.org/10.22219/satwika.v7i2.27738

Wijaya, L. I., & others. (2025). Scope of E-commerce use, innovation capability, and MSME performance. Journal of Innovation & Knowledge. DOI:10.1016/j.joitmc.2024.100459

Wiyarti, E. S. (2025). Batik Indonesia MSMEs in the Digital Era. Journal of Business and Entrepreneurship. DOI: https://doi.org/10.46273/f7gpnn36

Woelandhary, A. D. (2024). Evolution of Batik Culture in Indonesia. ISVS E-Journal of Architecture and Built Environment. https://doi.org/10.61275/ISVSej-2024-11-08-06

Downloads

Published

2025-11-06

How to Cite

Sitaresmi, D., Parga Zen, B., & Purnomo. (2025). Peningkatan Kreativitas Rumah Produksi Batik Blimbing Malang Dalam Upaya Pelestarian Akulturasi Budaya Tionghoa-Indonesia. Dedikasi Sains Dan Teknologi (DST), 5(2), 74–82. https://doi.org/10.47709/dst.v5i2.7007

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.